|
||||
| Penampilan Perdana Jepang pada Konferensi Keamanan Munich |
|
Kementerian Luar Negeri Jepang Jum'at 8 Februari menyatakan, bahwa menlu Masahiko Komura akan menghadiri konferensi keamanan tahunan di Munich, Jerman. Seperti dilansir Kantor Berita Kyodo, menurut rencana, Komura akan berpidato pada hari kedua konferensi keamanan Munich untuk mengemukakan masalah keamanan di Asia. Konferensi itu dihadiri oleh para menteri pertahanan dari 25 negara dan menlu dari 15 negara termasuk Jepang. Kementerian Luar Negeri AS, Rusia, Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Muhammad ElBaredei, juga akan menghadiri konferensi tersebut. Konferensi Keamanan Munich dibentuk pada tahun 1962. Permasalahan yang dibahas di antaranya menyangkut masa depan NATO, pengurangan persenjataan, dan analisa kondisi keamanan di wilayah-wilayah yang dilanda krisis. Meski segala keputusan dalam konferensi tersebut tidak harus dilaksanakan namun mengingat konferensi itu merupakan salah satu konferensi internasional paling bergengsi yang dihadiri sedikitnya 250 delegasi dari berbagai negara, paling tidak permasalahan yang dibahas di dalamnya merefleksikan tekad masyarakat dunia untuk mewujudkan perdamaian global. Kehadiran delegasi negara-negara besar antara lain AS, Inggris, dan Jerman, di antara delegasi dari negara-engara anggota NATO, serta Rusia dan negara-negara Eropa Timur, lebih memberikan bobot penting pelaksanaan Konferensi Keamanan Munich. Apalagi di saat seperti ini dimana dunia tengah dilanda instabilitas yang semakin hari kian meluas. Pendudukan Irak, krisis Palestina, instabiltas di Lebanon, Chad, Kenya, Sudan, dan di berbagai negara lainnya, serta kendala yang dihadapi NATO dan AS di Afghanistan, membuat pelaksanaan konferensi tahunan Munich itu menjadi sorotan masyarakat internasional. Pada kesempatan itu, negara-negara berpengaruh dapat mengemukakan perspektifnya terkait kondisi keamanan global. Pihak-pihak yang terlibat langsung dalam krisis keamanan juga dapat saling menawarkan solusi. Misalnya, ketegangan yang muncul antara Rusia dan AS setelah Washington menyatakan rencananya menempatkan sistem pertahanan rudal dan radarnya di dua negara Eropa Timur. Konferensi Keamanan Munich diharapkan dapat menekan atau bahkan menyelesaikan ketegangan dan krisis keamanan di berbagai negara. Untuk pertama kalinya, Jepang tampil pada konferensi tersebut mewakili Asia. Sebagai salah satu negara yang paling berpengaruh di Asia, kehadiran Jepang diharapkan dapat membantu pemulihan stabilitas dan perdamaian yang kokoh di regional. |
| 最后更新 ( 2008-03-09 17:04 ) |










