|
||||
| Gedung Putih Ndableg! Tetap Dukung Model Penyiksaan CIA |
|
Gedung Putih tetap ngotot mendukung pengakuan Direktur Operasional CIA bahwa pihaknya menggunakan teknik penyiksaan waterboarding ke atas para tersangka pelaku aksi teror. Tony Fratto, Juru Bicara Gedung Putih mengatakan, George W. Bush, Presiden Amerika mendukung ucapan Michael Hayden, Direktur Operasional CIA saat memberikan keterangan di hadapan Kongres AS. Fratto juga menegaskan, Presiden Amerika malah membolehkan penggunaan teknik penyiksaan ini di masa mendatang. Sesuai dengan pernyataan Juru Bicara Gedung Putih, maka untuk pertama kalinya Gedung Putih dan Presiden Amerika membolehkan menggunakan teknik waterboarding. Selama ini, para pejabat AS berusaha menutup-nutupi hal ini. Waterboarding adalah teknik interogasi yang dikenakan kepada tahanan dengan cara mengikat tangan dan wajah, kemudian kepalanya dibenamkan ke air. Lembaga hak asasi manusia menyatakan bahwa yang dilakukan oleh Badan Intelijen Amerika itu adalah tindakan kriminal. Menurut pengakuan Hayden, teknik waterboarding telah dipraktekkan terhadap tiga orang anggota jaringan Al Qaedah. Pada hari Selasa, untuk pertama kalinya Bos CIA di hadapan para anggota Kongres AS mengakui teknik ini diterapkan terhadap Khalid Sheikh Mohammed yang dituding sebagai dalang peristiwa 11 September, Abu Zubaydah yang dinyatakan sebagai ajudan pemimpin Al Qaidah Usamah bin Laden, serta al-Nashiri yang dituduh sebagai komandan operasional serangan USS Cole di Yaman pada 2000. Para pengamat politik berkeyakinan, pengakuan CIA dan dukungan penuh Presiden Amerika atas penggunaan teknik penyiksaan waterboarding akan berbuntut tarik ulur yang berdampak luas pada bidang politik dan hukum di AS. Tarik ulur ini sebelumnya telah memakan korban pengunduran diri Alberto Gonzales, Jaksa Agung AS karena tidak mengutuk penggunaan teknik tak berperikemanusiaan ini. Anggota Kongres AS kini mengancam akan menarik dukungan mereka dari Mucasey Michael, Jaksa Agung AS yang menggantikan Gonzales, bila tidak menyebut teknik penyiksaan itu sebagai aksi yang melanggar hak asasi manusia. Dalam kondisi yang seperti ini, pengakuan Hayden dan dukungan Bush untuk menggunakan teknik penyiksaan waterboarding di masa depan bakal menuai kritik keras dan luas. Kini, segala tindakan pemerintah Bush mulai terbongkar satu persatu. Sebelumnya, Amerika kerap menyembunyikan bukti dan fakta dan menghancurkan dokumen-dokumen penting. Sekarang terbongkar satu lagi aksi pelanggaran hak-hak asasi manusia pemerintah AS karena membolehkan penyiksaan kepada para tahanan. Para pejabat AS mengklaim bahwa untuk mengorek keterangan dari anggota-anggota Al Qaedah, penggunaan teknik penyiksaan waterboarding menjadi sah. Sementara pada saat yang sama, Amerika seperti tidak tahu diri karena gemar menuduh negara lain sebagai pelanggar hak asasi manusia. Perlu diketahui, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Amerika tidak terbatas pada masalah waterboarding, karena laporan tahunan pengawas HAM menyebutkan banyaknya pelanggaran HAM di penjara-penjara sipil dan militer AS. |
| 最后更新 ( 2008-03-09 17:04 ) |










