|
||||
| Reaksi Iran atas Propaganda Amerika |
|
Iran Berhasil membangun Pusat Luar Angkasa yang dilengkapi sejumlah fasilitas untuk kegiatan operasional penelitian ruang angkasa. Iran bahkan berhasil meluncurkan roket pertamanya yang direaksi secara luas politikus dan media massa dunia. Saat rakyat Iran merayakan keberhasilan ini, ada satu negara yang sampai saat ini masih menyimpan dengki dan itu adalah Amerika. Para pejabat AS secara sepihak dan tergesa-gesa berusaha mencitrakan keberhasilan itu sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja bahkan mengecilkannya. Sementara itu di sisi lain, AS melakukan propaganda besar-besaran menghubung-hubungkan kemajuan teknologi Iran dengan masalah senjata nuklir dan menyebutnya sebagai ancaman bagi dunia internasional. Dana Perino, Juru Bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Iran tengah mencoba rudal balistiknya dan tentu saja Amerika marah atas apa yang dilakukan Iran. Gordon Johndroe, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengklaim bahwa langkah yang diambil Iran malah membuatnya semakin terkucilkan di dunia internasional. Sedangkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Sean Mc Cormack menyatakan bahwa kemampuan Iran menguasai teknologi ini dapat menyulitkan AS. Tidak ingin ketinggalan, Juru Bicara Pentagon, Jeff Morrell dengan cara licik menyebutkan uji coba peluncuran roket pembawa satelit sebagai langkah awal pengembangan rudal balistik. Sebagai jawabannya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Muhammad Ali Hosseini mendeskripsikan kemampuan ilmu dan teknologi Iran di bidang ruang angkasa sebagai petunjuk kekukuhan dan kepercayaan bangsa Iran untuk menaklukkan sains dan teknologi setinggi apa pun. Hosseini menambahkan, apa yang telah diraih Iran hanya untuk melayani pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya. Menjawab celotehan para juru bicara AS, Hosseini menilai, menghubung-hubungkan kemajuan sains dan teknologi Iran dengan masalah senjata pembunuh massal merupakan sikap yang tidak pantas dan licik. Tentu saja sikap seperti ini muncul dari sikap tak bermoral dan hegemoni Washington. Saat ditanya wartawan mengenai tujuan Amerika dari propaganda licik ini, Hosseini menjawab, rencana penempatan sistem penangkal rudal di Eropa Timur dan Teluk Persia mendapat penentangan keras. Di sini, AS berusaha mencitrakan Iran yang berbahaya guna menjustifikasi rencara penempatan sistem rudalnya di Eropa dan Teluk Persia. Namun bila dirujuk kembali ke tahun-tahun sebelumnya, kegeraman Amerika atas keberhasilan Iran ini dapat dipahami dengan mudah. Karena selama 28 tahun embargo yang dilakukannya atas Iran bukan saja tidak mampu membuat negara Iran bertekuk lutut, embargo itu malah membuat Iran mampu menunjukkan kemajuannya yang membuat dunia internasional terkagum-kagum. Embargo yang dilakukan AS tidak mampu mencegah kemajuan Iran apa lagi mengucilkannya di kancah dunia internasional. Amerika bahkan tidak bisa percaya Iran dapat bangkit menguasai teknologi mutakhir dengan fasilitas yang ada di dalam negeri. Kini, Iran berhasil menunjukkan kepada dunia inernasional kemampuannya di bidang ruang angkasa. Iran kini berada diurutan ke-11 negara-negara yang tergabung dalam penguasaan teknologi luar angkasa. Bravo Iran! |
| 最后更新 ( 2008-03-09 17:04 ) |










