作者:用心    2008-02-06 21:06    PDF 打印 E-mail
Wawancara Le Monde dengan Ahmainejad
Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Republik Islam Iran dalam wawancaranya dengan koran Le Monde, mengkritik sikap negara-negara Eropa yang tidak independen dan mengajak mereka kembali untuk merevisi politik luar negerinya. Kritik utama Ahmadinejad berpulang pada politik luar negeri Uni Eropa dan Amerika terkait kinerja negara-negara ini dalam menyikapi masalah Timur Tengah, Palestina dan juga soal program nuklir sipil Iran. Mayoritas wawancara yang dilakukan media-media Barat dan regional dengan pejabat-pejabat tinggi Republik Islam Iran, khususnya Ahmadinejad, terfokus pada tema nuklir Iran, tidak terkecuali harian Le monde.

Koran Perancis ini berusaha mengetahui reaksi Presiden Republik Islam mengenai kemungkinan dikeluarkannya resolusi baru dari Dewan Keamanan PBB. Perlu diketahui bahwa kelompok negara-negara 5+1 yang terdiri dari 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jermam sepakat soal draft resolusi baru yang menentang aktivitas nuklir Iran. Kemungkinan besar di minggu-minggu mendatang, DK PBB akan mengeluarkan resolusi baru terkait masalah ini. DK PBB sebelum ini telah mengeluarkan tiga resolusi terhadap Iran dengan nomor 1696, 1737 dan 1747. Republik Islam Iran menilai tiga buah resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB ilegal dan secara resmi menyatakan tidak akan menerimanya. Bila resolusi keempat diratifikasi, dengan melihat sikap Iran terhadap resolusi-resolusi sebelumnya, resolusi ini pun akan bernasib sama dengan yang sebelumnya.

Presiden Republik Islam Iran dalam wawancaranya dengan Le Monde seraya menjelaskan sikap Iran mengatakan, Amerika dan sebagian negara-negara Eropa melakukan aksi campur tangan tugas-tugas lembaga-lembaga internasional seperti Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dampaknya, lembaga-lembaga ini kehilangan kredibilitasnya. Namun Ahmadinejad mengingatkan usaha mereka tidak akan berhasil. Karena Iran sebagai negara anggota Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) telah melakukan kerja samanya secara jujur dengan IAEA, namun sampai sekarang Iran belum mendapat hak-hak legalnya. Di sini, sebenarnya kesempatan bagi negara-negara Eropa untuk mengambil jarak dari Amerika baik dalam masalah nuklir Iran atau yang terkait dengan perubahan situasi Timur Tengah. Itu karena masyarakat internasional tidak lagi menerima segala bentuk politik luar negeri AS di Timur Tengah. Namun tampaknya gambaran Eropa indpenden tidak juga terbayangkan oleh para pemimpin negara-negara besar di benua ini.

Negara-negara Eropa, khususnya Perancis, Inggris dan Jerman selama ini hanya mengekor politik unilaterisme Amerika di Timur Tengah. Mereka seakan-akan lupa independensi politik mereka sendiri. Padahal mereka tahu instabilitas yang terjadi di Timur Tengah akibat politik agresi Rezim Zionis Israel yang mendapat dukungan tanpa reserve AS dan Eropa. Sebagian negara-negara Eropa malah punya saham besar dalam blokade warga Palestina. Oleh karenanya, mereka juga ikut bertanggung jawab atas kejahatan Rezim Zionis di Palestina. Stabilitas Timur Tengah hanya dapat terwujudkan dengan adanya perdamaian yang kukuh di kawasan, khususnya Palestina. Namun perdamaian tidak dapat terwujudkan tanpa keadilan.

最后更新 ( 2008-03-09 17:04 )
 
More articles :

» Rahbar: Negara Islam Harus Tempati Posisi Anggota Tetap DK PBB

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menilai sudah saatnya negara-negara Islam mempunyai wakil tetap di Dewan Keamanan PBB. Saat bertemu dengan Presiden Komoro, Ahmad Abdullah Muhammad Sambi,...

» Geger di AS dan Inggris Karena Taliban Menguat

Capres AS dari Kubu Republik, John McCain, memperingatkan bahwa kegagalan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan AS di Afghanistan akan memmbangkitkan kembali kekuatan Taliban. McCain dalam sebuah artikelnya yang dimuat Koran Sueddeutsche...

» Di Iran, ElBaradei Bertemu Rahbar dan Presiden

Kunjungan dua hari Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Mohammad ElBaradei ke Teheran berakhir hari ini. Selama berada di Teheran, ElBaradei selain berdialog dan berunding dengan para pejabat Iran terkait trasformasi terbaru masalah...

伊朗过去一周时事回顾

伊朗过去一周时事回顾120515

News image

亲爱的听众朋友,你们好!现在是伊朗伊斯兰共和国对外广播电台华语台为大家播送的伊朗过去一周时事回顾系列节目时间,在今天这一时间的节目里我们将与大家一起回顾上周伊朗发生的重大事件和消息。希望我们的这一节目...

More in: 伊朗过去一周时事回顾

伊斯兰革命前后中伊关系一瞥

伊斯兰革命前后伊中关系一瞥(7)

News image

奉至仁至慈的真主之名 亲爱的听众朋友们,大家好,在本期节目,也是本系列节目的最后一期中让我们来对伊中两国官员为了拓展伊中关系所作外交努力的结果进行总结, 并对两国政治、经济和文化关系所取得的成果进行探讨...

More in: 伊斯兰革命前后中伊关系一瞥

中东过去一周时事回顾

中东过去一周时事回顾12-5-13

News image

  亲爱的听众朋友,你们好!现在是本台每周一次的“中东过去一周时事回顾”系列节目时间,在今天这一时间的节目里我们将与大家一起回顾上周中东地区发生的重大事件和消息。希望我们的这一节目能够赢得广大听众朋友的...

More in: 中东过去一周时事回顾

人物专访

伊朗华语台采访中国国际问题专家(2011年10月23日)

News image

       最近伊朗华语台采访了几位中国知名的权威学者,请他们就部分世界重大问题作了分析和评论。他们是中国云南大学国际关系学教授、伊朗研究所所长、博士生导师姚继德博士,另一位是中国河南示范大学国际关系学...

More in: 人物访谈

东亚过去一周时事回顾

东亚过去一年时事回顾12-03-17

News image

亲爱的听众朋友,你们好!欢迎大家收听本台为大家播送的“东亚过去一周时事回顾”系列节目。在伊朗历新年到来之际,我们向听众朋友致以最美好的祝福。在今天的节目里,让我们共同回顾一下伊朗历过去一年东亚地区所发...

More in: 东亚过去一周时事回顾

美国过去一周时事回顾

美国过去一周时事回顾12-5-12

News image

亲爱的听众朋友,你们好!现在是本台每周一次的美国过去一周时事回顾系列节目时间。在今天这一时间的节目里,我们将与大家一起回顾一下上周美国在政治、经济和社会领域发生的重大事件,希望我们的节目能赢得广大听众...

More in: 美国过去一周时事回顾

领袖讲话

伊斯兰革命领袖发表的新年讲话

News image

大阿亚图拉哈梅内伊指出,我们应当支持伊朗工人的工作,支持伊朗资本家的资产,这只有通过加强国民生产才可实现。政府在这项工作中的责任是支持国内工业和农业生产,资本家和工人的责任是抓好生产,在生产中保持团结...

More in: 领袖讲话